Petarung Cantik Ini Juga Mengenakan Jilbab
Banyak yang bilang mengenakan jilbab, terasa gerah, apalagi saat berolahraga. Namun, jilbab tak menghalangi Miftahul Jannah untuk menekuni olahraga bela diri yang digemarinya, judo.
Kenyataan pahit harus dialaminya saat ingin membela Indonesia di ajang Asian Para Games 2018. Pejudo asal Aceh itu didiskualifikasi wasit karena menolak melepas jilbab saat bertanding. Sebab, aturan olahraga Judo internasional melarang penggunaan penutup kepala saat pertandingan
Miftahul Jannah bukanlah satu-satunya wanita berjilbab yang menekuni olahraga bela diri. Beberapa wanita berjilbab dari penjuru dunia, juga memilih jalan hidup untuk menjadi atlet bela diri
Kubra Dagali merupakan atlet taekwondo asal Turki. Kubra menjadi perbincangan tahun lalu setelah berhasil meraih medali emas di kejuaraan taekwondo dunia, World Championships yang digelar di Lima, Peru. Kubra pernah hanya boleh memakai bandana untuk menutupi rambutnya ketika mengikuti kejuaraan internasional pada 2013
Hampir sama dengan Miftahul Jannah, atlet wushu dari Turki ini sempat menjadi pemberitaan lantaran gagal bertanding pada perlombaan wushu internasional di Eropa, 2015 lalu. Zeynep menolak bertanding karena tidak ingin melepas jilbabnya hanya demi sebuah peraturan
Gadis asal Oakdale, Minnesota, Amerika Serikat ini mengukir sejarah sebagai atlet tinju yang mengenakan jilbab pertama di dunia. Asosiasi tinju AS membolehkannya mengenakan jilbab saat bertanding. Ia kini berupaya meminta izin kepada asosiasi tinju dunia agar diperkenankan berlaga di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang









Tidak ada komentar