Bagaimana Cara Memasak Cumi Hitam Enak dan Menggoyang Lidah
Warna hitam pada masakan yang sedang hits ini merupakan warna alami yang dibuat dari bahan dasarnya cumi-cumi segar yang memiliki tinta hitam. Tinta hitam yang ada pada tumisan cumi, tak hanya terasa nikmat dan menambah selera, tapi juga bermanfaat banyak bagi kesehatan.
Tinta pada cumi-cumi atau hewan laut dari keluarga Chepalopoda berfungsi sebagai alat pertahanan diri. Ketika cumi-cumi merasa dalam bahaya dan hidupnya terancam maka hewan ini akan menyemprotkan tinta dari tubuhnya, membuat air laut di sekelilingnya menjadi gelap. Saat musuh terkaget-kaget dengan kondisi ini, cumi-cumi lantas kabur menyelamatkan diri.
Tinta cumi-cumi sudah lama dikenal mampu melezatkan masakan dan juga memberikan warna gelap yang eksotis. Tapi ternyata selain kedua manfaat tersebut, tinta cumi-cumi juga memiliki manfaat lainnya
1. Kaya akan antioksidan.
Pada tahun 2003, Riset Kelautan Internasional menemukan bahwa tinta cumi-cumi mengandung berbagai macam antioksidan. Antioksidan ini bahkan masih terkandung di dalam tinta walau melanin, senyawa pemberi warna hitam di tinta telah dihilangkan.
2. Kaya akan zat besi.
Pada tahun 2008, dalam 'Journal of Food Science', peneliti menemukan bahwa tinta cumi-cumi membantu mengurangi anemia defisiensi besi pada tikus. Tikus yang diberi makanan rendah besi setelah mendapatkan asupan suplemen tinta cumi-cumi menunjukkan peningkatan jumlah sel darah merah dan jumlah hemoglobin dibandingkan dengan tikus yang tidak mendapatkan
suplemen. Walau penelitian lebih lanjut diperlukan, peneliti memiliki teori bahwa tinta cumi-cumi mungkin memiliki fungsi sebagai sumber makanan yang mengandung zat besi pada manusia. Zat besi merupakan mineral penting yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin dan myoglobin, dua jenis protein yang terdapat di dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh kita.
3. Asam glutamat dan perasa.
Tinta cumi-cumi tinggi akan kandungan asam glutamat, atau seringkali disebut dengan glutamat, yang berfungsi menghasilkan rasa kaya dan gurih yang sering diasosiasikan dengan umami. Sebagaimana jenis makanan yang kaya akan rasa lainnya, seperti jamur truffle dan keju Parmesan, tinta cumi-cumi memberikan rasa gurih seketika yang disebabkan oleh kandungan asam glutamat, bukan karena garam atau lemak, dua hal yang umum dipakai untuk meningkatkan rasa pada masakan.
Tinta cumi-cumi ternyata sudah umum digunakan dalam masakan Italia dan Spanyol, dan juga sering dipergunakan di dalam kuliner Asia Tenggara. Tinta cumi-cumi bisa ditambahkan sebagai saus di dalam masakan. Cara penggunaan lainnya seperti mencampurkan tinta cumi-cumi dengan tepung, seperti pada pasta, membuat warna-warni cerah sayuran menjadi tampak mencolok diantara pasta yang berwarna hitam gelap.
Di Indonesia sendiri, tinta cumi-cumi beberapa waktu belakangan ini sedang booming. Aneka masakan dibuat dengan menambahkan tinta hewan laut ini seperti nasi goreng, mi, pasta, burger, menjadi kuliner yang cukup diburu pecinta tinta cumi-cumi. Meksipun begitu, rupanya masakan tumis cumi hitam tetap diminati banyak orang
400 gram cumi segar
1/2 sendok teh air perasan jeruk nipis
3 siung bawang putih, iris tipis
5 siung bawang merah, iris tipis
1 ruas jahe, memarkan
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
4 buah cabai hijau, sisihkan bijinya, iris
100 ml air
Merica bubuk secukupnya
Cara Membuat Cumi Kuah Hitam:
1. Ambil cumi segar yang akan diolah, kemudian bersihkan dengan air bersih.
2. Setelah dirasa cukup bersih lanjutkan pengolahan dengan cara melumuri cumi tersebut dengan menggunakan air perasan jeruk nipis serta garam. Pastikan semua bagian cumi dilumuri dengan merata.
3. Setelah terlumuri dengan merata, simpan dengan baik dan diamkan selama kurang lebih 10 menit.
4. Siapkan minyak dan wajan. Panaskan dengan menggunakan api sedang.
5. Setelah dirasa cukup panas lanjutkan dengan menumis bawang merah dan putih, jahe, daun
salam serta daun jeruk. Tumis semua bahan tersebut sampai harum.
6. Ambil potongan cabai hijau kemudian masukkan ke dalam wajan. Aduk terus hingga layu.
7. Ambil cumi kemudian anda masukan cumi tersebut ke dalam masakan. Aduk terus hingga rata.
8. Jangan lupa untuk menambahkan perasa makanan seperti merica, garam dan juga gula pasir.
9. Tuangkan juga secara perlahan air ke dalam masakan, terus aduk hingga kuah air tersebut mengental.
10. Setelah dirasa cukup matang dan kuah mengental, kemudian matikan api dan angkat masakan. Sajikan selagi hangat.









Tidak ada komentar