ViralNews - MI (9), bocah kelas 3 SD di Kecamatan Karangdadap, Pekalongan disangka jadi korban malapraktik.
Diupload account Facebook Yuni Rusmini, MI kehilangan sisi ujung kemaluannya yang terpotong waktu disunat oleh mantri memakai alat khitan laser.
Momen itu berlangsung pada Kamis (30/8/2018) seputar jam 18.30 WIB.
Peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polres Pekalongan.
Petugas khitan, BR (68) yang di panggil keluarga korban nyatanya bukan seseorang dokter, tapi mantri suntik.
AKBP Wawan Kurniawan, Kapolres Pekalongan menyampaikan, masih tetap lakukan kontrol atas masalah itu.
peristiwa berawal waktu keluarga korban menyebut BR ke rumah korban untuk melakukan khitanan.
Waktu dikhitan, MU berteriak keras kesakitan karena ujung alat vitalnya turut terpotong.
Selain itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom menyampaikan, walau keluarga sudah memberi tahu mantri bila MI kesakitan, Mantri itu cuma diam serta melanjutkan proses khitan.
Pihak keluarga yang lihat MI selalu mengeluh kesakitan selesai proses sunat juga berprasangka buruk ujung alat penting MI turut terpotong.
Pihak keluarga lalu temukan potongan tersebut di tas punya mantri.
Korban juga langsung dibawa dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan.
"Pihak keluarga yang temani MI temukan potongan tertera di atas tas punya mantri. Atas peristiwa itu korban langsung dibawa ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan untuk dirawat selanjutnya," tuturnya.
Kepala Desa Logandeng Kecamatan karangdadap Kusnoto menyampaikan, keluarga korban begitu geram pada mantri atas peristiwa itu.
Sesaat, keadaan MI sekarang telah lebih baik serta melakukan rawat jalan.
Korban sekarang diungsikan ke Desa Jrebeng Kembang lihat keadaan psikologis korban selesai peristiwa itu.
Kusnoto menyampaikan, pihaknya yang memberikan laporan peristiwa itu ke Polres Pekalongan atas kesepakatan keluarga.
Dianya juga mengharap, MI dapat mendapatkan keadilan serta tanggup jawab dari aktor.









Tidak ada komentar